Tuesday, September 26, 2017

Method dan Akses Modifierpada c#

Method
Method   mirip   seperti fungsi , yaitu  potongan kode yg melaksanakan tugas tertentu  ,  method mempunyai  format sbb:
akses modifier-return_type-nama_method (parameter)
{
badan method
}
contoh method :
public int jumlah(int bil1, int bil2)
{
return bil1 + bil2;
}
contoh method tanpa return value :
public void tampilkanhasil(int hasil)
{
System.Console.WriteLine(“hasil operasi = {0}”, hasil);
}
Ringkasan hal hal yang terkait dgn method:
– methode terdiri dari header dan body method
– method bisa memiliki return value bisa juga tidak (ditandai dgn void)
– method bisa memiliki 1 atau lebih parameter
– method bisa memiliki parameter objek dan array.
– variable yg dideklarasikan di dlm method bersifat lokal hanya bisa diakses di dlm method saja. jika     didalam method ada nama variable yg sama dgn instance variable, maka yg berlaku adalah variable lokal.
– untuk mengakses instance variable yg mempunyai nama yg sama dgn lokal variable gunakan this.nama_instance_variable
– method dlm class yg sama dipanggil dgn menuliskan nama method dan menuliskan argument untuk tiap parameternya. type argument harus sesuai dgn type parameter pada deklarasi method.
– memanggil method pd class yg berbeda menggukana statemen objekreferensi.namaMethod
– method bisa digunakan berulang ulang didalam program
– diusahakan membuat method sesederhana mungkin  dgn satu tugas spesifik.
– diusahakan nama method sesui tugas yg dikerjakan oleh method.
– didalam method tdk boleh ada deklarasi method lain.
– didalam method bisa memanggil method lain.

Akses Modifier
Akses  modifier  mendefinisikan ruang lingkup pengaksesan  member class  .  Dari mana saja method dan instance variable bisa diakses , bisa diatur melalui  akses  modifier ini. Ada 4  akses modifier tapi untuk tahap awal kita akan membicarakan 2 lebih dahulu yaitu :
1. Public ,  member class  bisa diakses dari semua bagian program .
2. Private , member class hanya bisa diakses dari dlm class
Untuk default akses modifier member class  adalah  private. Sebaiknya data dlm sebuah class tdk bisa diakses langsung dari luar class tapi melalui method. sedangkan method biasanya dibuat public  sehingga bisa dipangggil dari luar class, sedangkan method yg private digunakan hanya dlm class itu sendiri(dipanggil/digunakan oleh method dlm kelas yg sama) sehingga private method disebut “helper method” .
Untuk memanggil method di dlm class yg sama cukup dengan menulis nama method beserta argument tiap parameternya. Sedangkan untuk memanggil method yg mempunyai akses public dari class yg berbeda harus menggunakan format nama_referensi_objek.nama_method.
aksesmodifier
contoh program C# yg terdiri dari 2 class
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
using System;
class classpertama
{
  static void Main(string[] args)
   {
    Console.WriteLine(" Apa kabar1? ")
    classkedua objek1 = new classkedua();
    objek1.tampil();
    Console.WriteLine("data class ke 2 ");
    Console.WriteLine(objek1.usia);
    Console.readline()  // supaya console tdk langsung menutup
   }
}
class  classkedua
{
  public int usia =10;
   public void tampil()      // akses modifier method ini diset public , supaya bisa diakses dari luar class ini.
    {
     Console.WriteLine("Apa kabar2? ");
    }
}
Jika sebuah program C# terdiri banyak class ,eksekusi program akan di mulai pada class yang memiliki methode Main().  Class yg memiliki method main disebut sebagai entry point.
Pada class kedua,  method tampil() akses modifiernya ‘public’  supaya method ini bisa dipangggil dari luar class kelaskedua.

Sunday, May 7, 2017

PEMROGRAMAN MIKRO


                                                  PEMROGRAMAN MIKRO



 
Unit Kendali Logika atau Control Logic Unit adalah bagian yang mengatur seluruh aktivitas perangkat keras di dalam komputer. CLU menyebabkan suatu instruksi dapat diambil dari memori, memberi kode pada instruksi tersebut untuk menentukan operasi yang akan dilaksanakan, menentukan sumber dan tujuan data, dan menyebabkan perpindahan data dan eksekusi operasi yang diperlukan. CLU menjalankan seluruh proses sampai sebuah operasi HALT secara tiba-tiba masuk ke dalam program dan dieksekusi.
Kode instruksi bersama data, tersimpan di dalam memori. Sebuah instruksi merupakan entitas kompleks yang pelaksanaannya tidak dapat diselesaikan dalam satu waktu/putaran. Karena itu setelah menginterpretasikan kode biner suatu instruksi, CLU menghasilkan serangkaian perintah kendali yang disebut sebagai instruksi-mikro (microinstruction) yang menjalankan instruksi tersebut. Untuk membedakan sebuah instruksi dan sebuah instruksi-micro, seringkali instruksi-instruksi disebut sebagai instruksi-makro (macroinstruction).
Durasi siklus eksekusi tergantung pada jenis operasi yang akan dikerjakan, mode pengalamatan data yang digunakan dan jumlah operand yang diperlukan. CLU mengerjakannya dengan membagi setiap siklus instruksi menjadi serangkaian keadaan (state), setiap state mempunyai panjang yang sama dan durasi setiap state sama dengan periode clock/siklus komputer.
Instruksi-mikro merupakan operasi primitif tingkat rendah yang bertindak secara langsung pada sirkuit logika suatu komputer. Mereka memerinci fungsi-fungsi (sinyal-sinyal) seperti berikut:
1. Membuka/menutup suatu gerbang (gate) dari sebuah register ke sebuah BUS.
2. Mengirim data sepanjang sebuah BUS.
3. Memberi inisial sinyal-sinyal kendali seperti READ, WRITE, SHIFT, CLEAR dan SET.
4. Mengirimkan sinyal-sinyal waktu.
5. Menunggu sejumlah periode waktu tertentu.
6. Menguji bit-bit tertentu dalam sebuah register.
Ada dua pendekatan pokok bagi perancangan sebuah CLU yaitu: rancangan hard-wire (atau logika acak) dan rancangan microprogrammed.
Pada pendekatan hard-wired sejumlah gerbang (gate), counter, dan register saling dihubungkan untuk menghasilkan sinyal-sinyal kendali, setiap rancangan memerlukan piranti logika dan hubungan yang berbeda-beda. Pada pendekatan microprogrammed untuk setiap instruksi-mikro disebut sebagai sebuah program-mikro, untuk setiap instruksi-mikro dan disimpan dalam sebuah memori kendali (biasanya ROM) dalam CLU. Kemudian waktu yang diperlukan dan kendali dihasilkan dengan menjalankan suatu program-mikro untuk masing-masing instruksi-makro.


                                                      KENDALI HARD-WIRED
Sewaktu sebuah instruksi ditempatkan dalam register instruksi (IR atau Instruction Register), CLU mendekode instruksi itu dan menghasilkan serangkaian instruksi-mikro. Sebagai contoh suatu komputer yang mempunyai 16 instruksi, sehingga setiap instruksi dapat diberi kode dengan sebuah opcode 4 bit yang unik, sisa word instruksi berisi informasi pengalamatan yang penting seperti register-register yang terlibat, alamat-alamat memori dan offset). Mneumonic-nya diperlihatkan sebagai berikut:
LDR (Load register dari memori)
LDM (Load memori dari suatu register)
ADR (Add ke register)
BRU (Branch/percabangan tidak kondisional)
BRZ (Branch/percabanan pada nol)
                                                         KENDALI MICROPROGRAMMED
Istilah program-mikro pertama kali diungkapkan oleh M.V Wilkes pada awal tahun 1950-an ketika dia mengajukan suatu pendekatan baru untuk mengendalikan perancangan unit. Ide ini menarik perhatian banyak ahli dan insinyur komputer pada saat itu, walaupun hal itu tampak tidak realistis karena adanya persyaratan untuk memori kendali yang sangat cepat dan relatif tidak mahal. Situasi ini berubah secara dramatis dengan adanya pengumuman keluarga komputer IBM System/360 pada bulan April 1964. Seluruh model terbesar menyertakan memori kontrol yang cepat dan tidak mahal dan merupakan microprogrammed. Sejak itu, pemrograman mikro menjadi hal yang umum sejalan dengan peningkatan kecepatan dan penurunan harga memori kontrol.
l  Organisasi CLU Microprogrammed
Instruksi-makro disimpan dalam memori utama dan diakses melalui memory address register (MAR) dan memory buffer register (MBR). Instruksi diambil (fetch) ke dalam register instruksi (IR atau instruction register) dan pengendali-mikro (microcontroller atau sequencer) yang bersesuaian. Alamat awal program-mikro dimuat (load) ke dalam kendali alamat register (CAR atau Control Address Register) dan kemudian kendali memori mengirim instruksi-mikro pertama ke dalam kendali penyangga register (CBR atau Control Buffer).


l  Komponen-Komponen Pokok  Control Unit Microprogrammed
1.         Instruction Register
            Menyimpan instruksi register mesin yang dijalankan.
2.         Control Store berisi microprogrammed
a)        Untuk semua instruksi mesin.
b)        Untuk startup mesin.
c)        Untuk memprosesan interupt
3.         Address Computing Circuiting
            Menentukan alamat Control Store dari mikroinstruksi berikutnya yang akan dijalankan.
4.         Microprogrammed Counter
            Menyimpan alamat dari mikroinstruksi berikutnya.
5.         Microinstruction Buffer
            Menyimpan mikroinstruksi tersebut selama dieksekusi.
6.         Microinstruction Decoder
            Menghasilkan dan mengeluarkan mikroorder yang didasarkan pada mikroinstruksi dan   opcode instruksi    yang akan dijalankan
                                                                Format Instruksi-mikro


Pada dasarnya ada dua jenis format instruksi-mikro: horisontal dan vertikal. Pada format instruksi-mikro horisontal, satu bit diberikan untuk setiap sinyal logika yang dapat dihasilkan oleh instruksi-mikro. Dengan demikian, jika dibutuhkan sejumlah K sinyal kendali yang berbeda maka dibutuhkan instruksi-mikro dengan word sepanjang K bit. Untuk menghasilkan suatu sinyal tertentu, bit yang bersesuaian dalam instruksi mikro diatur menjadi 1, kehadiran suatu sinyal kendali diindikasikan dengan menempatkan sebuah nol pada posisi bit yang semestinya. Pendekatan ini mempunyai keuntungan bahwa kita dapat menghasilkan sebanyak mungkin sinyal kendali yang diperlukan secara beruntun, yang memungkinkan operasi yang sangat cepat.
Namun demikian kebanyakan operasi-mikro adalah mutual ekslusif dan tidak pernah dipanggil secara bersamaan. Karena itu, kita dapat membagi mereka ke dalam kelompok-kelompok dan menggunakan sejumlah bit (field) untuk memberi kode sekumpulan intruksi-mikro yang mutual ekslusif. Kemudian digunakan suatu dekoder untuk memilih operasi mikro tertentu yang akan dipanggil. Jika terbawa ke dalam ekstrem (hanya satu field) maka proses mengode (coding) dan mendekode (decoding) menghasilkan suatu format instruksi-mikro vertikal, dimana hanya ada satu operasi-mikro yang dipanggil pada suatu waktu. Karena itu instruksi-mikro vertikal menyerupai format sebuah interuksi-makro dan terdiri atas suatu kode operasi tunggal, disebut sebagai opecode mikro, satu operand atau lebih, dan berberapa field lain (misalnya untuk percabangan kondisional).

                                       KEUNTUNGAN PEMROGRAMAN-MIKRO

Kendali microprogrammed menawarkan suatu pendekatan yang lebih terstruktur untuk merancang unit kendali logika (CLU) dibandingkan dengan kendali hard-wired.
1.        Rancangan microprogrammed relative mudah diubah-ubah dan dibetulkan
2.        Menyediakan kemampuan diagnostic yang lebih baik dan lebih dapat diandalkan daripada rancangan hard-wired
3.        Utilisasi memori utama dalam computer microprogrammed biasanya lebih baik Karena perangkat lunak yang seharusnya menggunakan ruang memori utama justru ditempatkan pada memori kendali

4.        Pengembangan ROM lebih lanjut(dalam kaitan dengan harga dan waktu akses) secara lebih jauh justru menguatkan posisi dominant pemrograman mikro, salah satunya dengan menyertakan unit memori ketiga disebut sebagai nano-memory (tambahan bagi memori utama dan memori kendali). Dalam mengerjakan hal ini, mungkin terjadi pertukaran (trade-off) yang menarik antara pemrograman mikro horisontal dan vertikal

Monday, April 24, 2017

Memahami tentang BIOS



Apa sih itu BIOS, dan apa sih fungsi BIOS? Oke kita akan membahas tentang BIOS .


BIOS atau Basic Input/Output System adalah program pertama yang diakses oleh prosesor selama start up untuk memastikan bahwa semua program dasar lainnya seperti hard drive, port, peripheral dan CPU berada dalam kondisi kerja yang baik. BIOS berbeda dari sistem operasi komputer. Sistem operasi berada pada hard drive dan menyediakan user interface yang dapat dilihat pada layar setelah start up. Program BIOS, di sisi lain, dapat ditemukan tepat di chip memori flash atau ROM yang terletak di motherboard. Ini adalah kebutuhan dasar untuk melakukan booting pada komputer.


Fungsi BIOS


BIOS memiliki beberapa fungsi di komputer tapi tugas yang paling penting adalah untuk memuat sistem operasi. BIOS menyediakan instruksi pertama kepada mikroprosesor untuk mengaktifkan komputer. Petunjuk dari BIOS untuk mikroprosesor selama start up adalah sebagai berikut: power on self test (POST) yang menguji status pengoperasian semua hardware di komputer, aktivasi chip BIOS lainnya di beberapa komponen komputer lain seperti SCSI dan kartu grafis, memeriksa dan pengelolaan peripheral komputer melalui rutinitas tingkat rendah selama proses start-up, dan manajemen clock, hard drive dan pengaturan lainnya.


BIOS Sequence


Urutan yang biasa pada program BIOS selama start up dimulai dengan memeriksa setup Complementary metal oxide semiconductor (CMOS) untuk penyesuaian setting, memuat driver perangkat dan penangan interrupt berbagai perangkat keras komputer, menginisialisasi manajemen daya dan register, melakukan self test untuk power, menampilkan pengaturan sistem , menentukan perangkat bootable dalam komputer, dan memulai urutan boot.


Mengubah Pengaturan melalui CMOS

Untuk mengubah pengaturan dalam setup CMOS, dengan key tertentu atau kombinasi tombol tertentu harus ditekan selama masa awal start up. Instruksi untuk ini biasanya dapat ditemukan di bagian bawah tampilan layar pertama selama proses start up. Setelah memasuki pengaturan CMOS, beberapa pilihan tersedia untuk pengguna. Mengatur tanggal dan waktu sistem serta mengubah urutan boot, pengaturan plug and play, konfigurasi driver, pengaturan memori, Pengaturan password, dan pengaturan power adalah beberapa pengaturan yang dapat diubah pada halaman ini.


Mengupdate BIOS


BIOS, terutama pada komputer lama, dapat diperbarui dari waktu ke waktu. Hal ini agar program BIOS dapat mengenali perangkat yang baru saja diproduksi. Untuk meng-upgrade atau mengubah BIOS komputer, program khusus dari produsen BIOS biasanya diperlukan. Update BIOS yang digunakan harus sesuai varian BIOS asli.


Update dilakukan dengan memeriksa BIOS informasi revisi dan tanggal yang disediakan pada layar selama start up dan membandingkan ini dengan daftar update di BIOS website produsen. Upgrade biasanya dilakukan dengan program utilitas tertentu tapi kadang-kadang update dapat didownload secara terpisah. Program utilitas untuk memperbarui harus disalin ke dalam floppy disk atau yang lebih keren sekarang adalah flash disk dan CDR dan dimasukkan ke disk drive waktu boot komputer Anda. Ini akan menghapus yang lama dan menginstal program BIOS yang baru.